
Zaman dulu belum ada ragi instan. Orang membuat roti dengan ragi yang dibuat secara alami. Ragi alami ini liar, terbuat dari campuran tepung dan air yang kemudian bisa 'hidup' dan harus sering diberi makan (feeding). Ragi instan yang beredar dipasaran sebenarnya juga berasal dari ragi alami, hanya saja ragi instan mengalami proses pabrikasi yang biasanya kandungan bakteri baik seperi lactobacillus menjadi hilang. Inilah kelebihan ragi alami dimana ragi ini mengandung bakteri baik lactobacillus yang tidak ada di ragi instan. Proses pembuatan ragi alami ini tidak mudah. Dalam prakteknya tidak sesimpel itu. Dalam perjalanannya si ragi sering 'tidak naik' alias mandek setelah feeding. Ini banyak penyebabnya seperti mungkin tepungnya kurang cocok, airnya kurang cocok, suhunya kurang hangat, dan lain-lain. Makanya membuat ragi alami ini memang perlu kesabaran dan eksperimen, perlu waktu dan biaya. Nah disitu seringkali orang menyerah. Saya pun sebelumnya pernah beberapa kali gagal. Setiap starter itu unik. Ada yang cocok dengan tepung protein tinggi, ada yang cocok dengan tepung whole wheat, ada yang cocok dengan rye. Ada yang cocok dengan air Aqua, ada yang cocok dengan air biasa. Jadi starter yang saya buat pasti berbeda karakternya dengan starter orang lain. Roti yang dibuat dengan ragi alami lebih sehat dibandingkan roti dengan ragi instan, ramah lambung dan lebih mengenyangkan. #PejuangGoldenBatikApron #CookpadCommunity_Tangerang #Starter #Levain #ragialami Kakak sedang mencari pandangan baru resep Starter/Levain/Madre/Ragi Alami yang modifikasi? Cara membikinnya memang sulit-sulit gampang. Jika salah membuat karenanya kesudahannya tak akan memuaskan dan justru cenderung tak sedap. Sedangkan Starter/Levain/Madre/Ragi Alami yang enak harusnya sih memiliki wangi-wangian dan cita rasa yang cakap mengundang nafsu kita.
Beberapa hal yang sedikit banyak berimbas kepada kwalitas rasa dari Starter/Levain/Madre/Ragi Alami, mulai dari ragam bahan, selanjutnya pemilihan bahan-bahan fresh, sampai metode membuat dan menyajikannya. Tidak perlu pusing bila ingin menyajikan Starter/Levain/Madre/Ragi Alami nikmat di kost-kosan, sebab asal telah paham caranya maka hidangan ini dapat jadi hidangan top markotop. Nah, kali ini kita coba, yuk, variasikan Starter/Levain/Madre/Ragi Alami sendiri di rumah. Konsisten dengan bahan yang simpel, sajian ini bisa memberi manfaat dalam menolong menjaga kesehatan tubuh kita. Anda dapat membikin Starter/Levain/Madre/Ragi Alami menerapkan 3 jenis bahan dan 10 langkah pembuatan. Berikut ini metode dalam membikin hidangannya.
Bahan-bahan serta bumbu yang harus dipersiapkan untuk membuat Starter/Levain/Madre/Ragi Alami adalah sebagai berikut :
- 10 gr tepung protein tinggi
- 10 gr air
- 1 gr tepung gandum (whole-wheat)
Iklan dulu ya kak, cek perlengkapan masaknya
Langkah-langkah untuk membuat Starter/Levain/Madre/Ragi Alami sederhana
- Siapkan wadah bening kaca atau plastik. Untuk awal, masukkan 20 gr tepung dan 20 gr air (1:1), aduk rata. Tutup jangan rapat2. Letakkan di atas tempat yg hangat.. Lingkari dengan karet sebagai tanda banyaknya volume awal. Tunggu sampai 12 jam. Ini disebutnya starter, belum disebut Levain.

- Setelah 12 jam, volume starter naik 2x lipat dan harus diberi makan (feeding).Ambil separuh sarter seberat 10 gr. Taruh di wadah baru. Beri makan 10 gr tepung dan 10 gr air, aduk rata. Saat feeding, perbandingan starter, tepung, air harus 1:1:1. Yang sisanya 10 gr lagi jangan dibuang, tapi simpan di wadah lain, tutup rapat, simpan di kulkas bawah. Sisa ini disebut discard. Beri makan starter setiap 12 jam sekali. Setelah feeding starter saya bisa naik volumenya sampai hari ke-3.

- Ternyata setelah hari ke-3 starter saya mandek, tidak naik-naik setiap setelah feeding. Namun tetap saya feeding per 12 jam. Perbandingan starter, tepung, air tetap 1:1:1. Starter mandek terjadi selama 5 hari berturut-turut. Saya amati tidak ada kenaikan volume namun tetap ada buih walaupun sedikit. Selama masih ada buih berarti starter belum mati dan tetap lanjut feeding.

- Setelah 5 hari tidak naik-naik. Akhirnya saya putuskan untuk feeding dengan campuran tepung whole wheat. Saya ambil 10 gr starter. Saya feeding dengan 10 gr air, 9 gr tepung protein tinggi, 1 gr tepung whole-wheat. Aduk rata, taruh di atas kulkas. Sisa starter yang 10 gr lagi gabung jadikan satu dengan discard sebelumnya, simpan di kulkas. Setelah feeding dg whole wheat, volume Starter saya naik 3x lipat. Seneng banget!

- Sejak saat itu feeding dilakukan bukan per 12 jam, tetapi setiap starter volumenya memuncak (peak) lalu sedikit menurun, tandanya sudah lapar dan harus segera feeding. Feeding bisa dilakukan 3-5 kali dalam sehari tetap dg campur wholewheat. Saya lakukan ini 3 hari. Setelah dirasa cukup kuat lakukan floating test. Ambil sedikit starter, letakkan di gelas berisi air. Kalau mengapung berarti starter sudah kuat dan siap untuk mengadon roti. Kalau tenggelam berarti belum kuat dan lanjutkan feeding.

- Floating test saya lakukan tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali untuk memastikan secara konsisten starter sudah kuat. Walaupun sudah mengapung tetap saya feeding, floating test lagi, feeding lagi, floating test lagi. Saya lakukan beberapa hari. Saat floating test, starter akan mengapung, lalu setelah beberapa menit akan tenggelam. Memang begitu.

- Starter yang sudah jadi (sehat dan kuat) alias siap untuk mengadon roti disebut Levain. Jika Levain tidak digunakan dalam waktu dekat simpan saja di freezer. Jika akan dipakai dalam waktu dekat simpan di kulkas bawah. Sebagian Levain saya simpan di freezer, sebagian di kulkas bawah.

- Setelah levain saya cukup sehat dan kuat, feeding tidak lagi dengan campuran whole-wheat, tapi feeding full dengan tepung protein tinggi. Alhamdulillah berhasil, volumenya naik berkali-kali lipat dalam waktu yg sangat cepat. Dalam 1 jam volumenya sudah naik 2x.

- Jika ingin dipakai untuk mengadon roti, ambil Levain secukupnya dari kulkas bawah. Feeding dulu dengan perbandingan starter, tepung, air tetap 1:1:1. lalu tunggu volumenya sampai peak (memuncak), baru dipakai mengadon roti. Ini adalah beberapa roti yang saya buat dengan levain. Melon pan, shokupan bread, brioche.



- Discard yang disimpan di kulkas bisa digunakan untuk membuat kue. Ini adalah beberapa contoh kue dengan discard, bakpao, brownies, dan pancake.



Jadi bagaimana? Gampang kan? Itulah sistem membuat Starter/Levain/Madre/Ragi Alami yang dapat Anda praktikkan di kost. Semoga berkhasiat dan having fun!
Komentar
Posting Komentar